Home

| 25-11-2014   22:50:58 WIB

Data demografi Indonesia yang dikutip dari data PBB mengenai pertumbuhan penduduk dunia menunjukkan bahwa di Indonesia akan terjadi Donus Demografi pada rentang tahun 2020-2030. Bonus Demografi adalah sebuah kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif (usia 15-65 tahun) sangat besar, sementara jumlah penduduk usia non-produktif (usia dibawah 15 tahun, dan usia diatas 65 tahun) relatif kecil. Keadaan tersebut akan menjadi “bencana” besar bagi Bangsa Indonesia, jika jumlah penduduk usia produktif yang besar tidak didukung dengan kualitas SDM yang baik, sehingga akan terjadi pengangguran besar-besaran pada rentang tahun 2020-2030 yang akan berdampak pada merosotnya perekonomian Indonesia. Berbeda halnya jika penduduk usia produktif Indonesia telah memiliki kualitas SDM yang unggul, maka dapat dipastikan Indonesia akan menjadi Negara maju yang memiliki perekonomian yang kokoh.

Solusi untuk menjawab permsalahan Bonus Demografi adalah dengan berupaya meningkatkan mutu SDM generasi muda Indonesia melalui pendidikan. Namun jika berbicara kontek Provinsi Aceh, seperti yang dipaparkan dalam tabloid KIPRAH edisi IV tahun 2013 dalam rangka peringatan Hardikda, yang mengangkat tema “54 Tahun Pendidikan Aceh”, yang mana diketahui bahwa mutu pendidikan Aceh saat ini terbilang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia. Rendahnya kualitas tenaga pendidik serta adanya konflik yang berkepanjangan disebut-sebut sebagai penyebab merosotnya mutu pendidikan Aceh. Namun kini keadaan Aceh telah berbeda. Berakhirnya konflik yang berkepanjangan melalui MOU di Helsinki dan pemberian otonomi  khusus dari Pemerintah Republik Indonesia seakan membuka harapan baru bagi kebangkitan Aceh. 

Pemerintah Aceh saat ini telah menunjukkan keseriusannya untuk kembali mengangkat mutu pendidikan Aceh, dengan memperioritaskan pendidikan melalui berbagai kebijakan seperti pengalokasian 20% dana APBA untuk pendidikan, serta ditambah lagi dengan dana dari APBN. Semoga dengan semangat kebersamaan dari semua pihak akan mampu mengangkat kembali kejayaan pendidikan Aceh. Diiringi dengan rasa optimisme yang kuat bahwa kedepan akan lahir generasi-generasi Aceh yang terdidik secara intelektual, memiliki akhlak dan moral yang baik, serta mampu bersaing secara global.